Ranah jejaring sosial di Dunia


Untuk urusan Facebook, Indonesia adalah negara pengguna Facebook kedua terbesar setelah Amerika Serikat (AS). Sementara di ranah Twitter, Indonesia menempati urutan keempat setelah AS, Jepang, Brazil.

Namun, ternyata dalam hasil riset mutakhir yang digelar oleh firma TNS, ternyata untuk urusan jejaring sosial, Indonesia masih kalah daripada negeri jiran Malaysia.

Setelah mewawancarai 50 ribu orang di 46 negara, termasuk Indonesia, ternyata riset tersebut mengungkapkan bahwa pengguna internet Malaysia menduduki posisi teratas untuk urusan jejaring sosial.

Rata-rata penduduk Malaysia memiliki 233 teman di jejaring sosial mereka. Di posisi kedua, rata-rata pengguna internet Brazil memiliki 231 teman di jejaring mereka. Kedua negara itu jauh mengalahkan pengguna internet China yang hanya memiliki sekitar 68 teman, Tanzania (38 teman), bahkan Jepang (hanya 29 teman).

Sementara itu, riset ini juga mengatakan bahwa di antara negara-negara yang disurvei, ternyata pengguna asal Malaysia dianggap sebagai pengguna yang paling getol memakai situs jejaring sosial.

Malaysia menduduki urutan pertama, dengan rata-rata pengguna internet menghabiskan sekitar 9 jam dalam sepekan untuk mengakses situs jejaring sosial.
Sementara di posisi kedua adalah Rusia, dengan rata-rata responden bersosialisasi di dunia maya selama 8,1 jam per minggu, dan di tempat ketiga adalah Turki dengan (7,7 jam/ pekan).

Padahal, menurut riset ini, di negara-negara maju, pengguna internet lebih banyak mengandalkan email (5,1 jam/ pekan) daripada menggunakan jejaring sosial (3,8 jam/ pekan).

Negara-negara berpengguna internet yang gemar mengunggah foto di jejaring sosial adalah Thailand (92 persen), Malaysia (88 persen), dan Vietnam (87 persen). Adapun di Jepang, kurang dari sepertiga pengguna internet(28 persen) yang mengunggah foto mereka.

Untuk aktivitas blogging, China jawaranya. Riset tadi mengatakan, empat dari lima pengguna internet China (88 persen) menulis di situs blog mereka. Setelah itu, pengguna Brazil di tempat kedua (51 persen), yang mengalahkan pengguna AS (hanya 32 persen).

"Di pasar online yang baru tumbuh, pengguna menemukan saluran baru untuk terhubung dengan berbagai cara yang aktif. Dunia digital mengubah bagaimana mereka hidup, berkembang, dan berinteraksi. Pengguna internet di pasar ini mulai meninggalkan apa yang biasa digunakan oleh pengguna di negara maju, dengan bentuk baru berkomunikasi,” kata TNS Chief Development Officer Matthew Froggatt.

Sayangnya di rilis persnya TNS sama sekali tak membahas posisi Indonesia. Artinya, mungkin saja riset ini memang menganggap posisi Indonesia di ranah jejaring sosial masih 'kedodoran' dibanding Malaysia. (hs)
• VIVAnews
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

adsensecamp