Sistem Tata Surya yang Terbaru



Bintang yang menjadi induk sistem tata surya itu dikenal dengan sebutan HD 10180. Sistem planetarium ini diyakni sebagai sistem yang paling besar, yang pernah ditemukan di bawah matahari.

"..kita telah menemukan sebuah sistem tata surya yang mirip dengan sistem tata surya kita, tapi ada sejumlah planet yang belum ketahui secara pasti," kata Dr Christophe Lovis yang memimpin tim ahli dari the European southern Observatory (ESO).

Para astronom telah mengkonfirmasi keberadaan lima buah planet, dan menemukan cukup bukti tentang keberadaan dua planet lainnya. Salah satunya mirip dengan Saturnus yang beratnya paling tidak 65 kali berat bumi, dan mengorbit selama 2.200 hari. Satu planet lainnya berukuran lebih kecil sekitar 1,4 kali berat bumi.


"Planet-planet itu sangat dekat dengan bintang induknya, hanya sekitar 2 persen dari jarak bumi ke matahari. Satu tahun di planet itu sama dengan sekitar 1,18 hari di bumi." Kata Dr Lovis.

Permukaan planet itu terdiri dari gunung-gunung berbatu seperti halnya di bumi tapi suhunya mungkin terlalu panas untuk makhluk hidup. Susunan dan jarak planet-planet tersebut terhadap bintang induknya mirip dengan sisitem tata surya kita sekarang.

Para ahli astronomi mempelajari sistem tata surya ini selama enam tahun lamanya. Mereka menggunakan peralatan khusus pencari planet yang disebut HARPS spectrograph, yang dilengkapi teleskop ESO 3,6 meter, berlokasi di La Silla, Cili.

Alat tersebut mampu mendeteksi gerakan-gerakan kecil pada bintang yang disebabkan oleh tarikan grafitasi planet-planetnya.

Sejauh ini para astronom telah menemukan 15 sistem tata surya yang masing-masing terdiri atas sedikitnya tiga planet. Temuan terakhir adalah 55 Cancri yang memiliki lima buah planet.

Liputan6.com
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

adsensecamp