1. ARIZONA

1. Pemerintah Arizona melarang para pemburu melakukan aktivitas pemburuan onta di Arizona.

2. Dilarang menirukan gaya Pendeta / Pastor setempat.
3. Dilarang mengendarai mobil tanpa sepatu. (berarti tanpa baju boleh dong... wkwkwkw)
4. Dilarang bermain domino di hari Minggu.
5. Dilarang memakai kumis palsu di gereja.
6. Hukuman mati diberlakukan bagi siapapun yang menaburkan garam di atas rel kereta api.
7. Dilarang mengendarai mobil dengan mata tertutup. (hahahaha..kalo ini mah ndak ush di buat peraturan, sapa lagi yg mau kecuali kalo mau bnh diri)

Peratura paling Edan yang Pernah ada

Mengintip Rahasia Seks Geisha

A team of Italian engineers is gearing up for a high-tech road rally that should impress even the outside-the-box dreamers over at DARPA: an 8,000-mile journey from Italy to China, with nobody behind the wheel.


Mereka akan Melakukan Konvoi selama 3 bulan, yang akan menjadi uji kendaraan tanpa pengemudi terpanjang yang pernah dilakukan,  membawa mobil melalui jalur gunung yang berliku-liku, melintasi Moskow, dan cuaca siberia yang ekstrim yang nanti nya akan berakhir di Jalan Raya Shanghai pada Bulan Oktober nanti.

Tentunya sistem kendara mobil ini tidak sepenuh nya akurat, jadi setiap movilnya membawa 2orang teknisi yang akan bertugas untuk mengatasi keadaan-keadaan yang diluar dugaan.


Mobil tanpa Pengemudi

Anda pernah merasa uring-uringan dan pusing? Mungkin saja hal itu akibat kurang tidur. Jangan pernah anggap remeh keadaan ini! Kurang tidur dapat memengaruhi kehidupan seksual, daya ingat, kesehatan, penampilan, dan bahkan membuat tubuh Anda 'melar'.
Berikut ini 10 hal mengejutkan yang terjadi akibat kurang tidur:

1. Kecelakaan
Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar dalam sejarah selain kecelakaan nuklir di Three Mile Island tahun 1979, tumpahan minyak terbesar Exxon Valdez, krisis nuklir di Chernobyl 1986, dan lain-lain.
Terdengar berlebihan, tapi Anda harus sadari kurang tidur juga berdampak pada keselamatan Anda setiap hari di jalan. Mengantuk dapat memperlambat waktu anda mengemudi setara ketika anda mabuk saat menyetir.

Inilah 10 Kerugian Akibat Kurang Tidur

Ibu dan Anak Paling Aneh Dan Unik di Dunia

Perbedaan Film India, Jepang, Cina Dan Indonesia


Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari. Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain. 



Bintang yang lebih besar dari Matahri

11 Bangunan Megah yang Dibagun Sebagai Ungkapan Cinta

Mark Perkins, Pengoleksi Mobil-Mobil Terkenal dari Film

Perempuan Bisa Mimpi Basah??

10 Desainer Logo Paling Sukses di Dunia

Tanggal 29 April 1961, seorang dokter dari ekspedisi Antartika Rusia (Kutub Selatan Bumi) di stasiun ekspedisi “Novolazarevskaya”, Leonid Rogozof (27 tahun), merasa demam dan bagian bawah perutnya terasa sakit sekali.


Keesokan harinya keadaannya semakin parah. Tak mungkin di daerah kutub yang terpencil itu ia menyewa pesawat untuk membawanya ke rumah sakit. Tak mungkin pula ia minta pertolongan kepada dokter yang lain, karena ia adalah satu-satunya dokter yang ada di tempat ekspedisi tersebut.

Akhirnya pada malam 30 April 1961 itu, dr Leonid terpaksa melakukan operasi terhadap dirinya sendiri, untuk memotong dan mengeluarkan organnya berupa usus buntu (appendix) yang telah meradang.

Dalam operasi itu ia menggunakan bius lokal (local anesthesia), dibantu oleh seorang mekanik dan seorang ahli meteorologi yang ada dalam ekspedisi tersebut.

Sambil berbaring setengah membungkuk ke arah sisi kiri, ia menyuntikkan ke dirinya cairan obat bius lokal “novocaine”, kemudian melakukan torehan sepanjang 12 cm dibagian perut kanannya (iliac) dengan pisau bedah.

Dengan melihat melalui cermin kecil dan meraba-raba, Leonid melakukan pembedahan, mengeluarkan usus buntunya, dan menyuntikkan antibiotik dibagian perut, menjahit lukanya. Kedua orang “asisten” (mekanik dan metrologist) membantu memegang cermin kecil ke dekat perut dan memberi peralatan kedokteran kepada Leonid. Operasi ini berjalan selama 1 jam 45 menit hingga selesai.

Lima hari pasca operasi, temparatur badan Leonid normal kembali, dan 2 hari berikutnya jahitan lukanya dibuang.

Seluruh peralatan yang dipakai untuk melakukan operasi yang spektakuler itu, kini berada dan dipamerkan di museum “Artik dan Antartika” di St. Petersburg, Rusia

Dokter Leonid, Orang Yang Mampu Mengoperasi Dirinya Sendiri