Penyebab Timbulnya Kerutan Wajah

Cepat atau lambat kerutan pada wajah akan mulai tampak. Proses ini memang akan berlangsung secara alami. Tapi tunggu, bukan berarti kerutan tidak bisa muncul lebih dini. Banyak faktor-faktor yang memicu kerutan, yang sebenarnya bisa kita hindari.

Seiring bertambahnya usia, kulit akan mulai menipis, kering dan tak elastis. Inilah yang nantinya membuat kulit kehilangan kemampuan untuk membebaskan diri dari kerusakan. Berawal dari sinilah terbentuknya kerutan jika kita biarkan akan menganggu penampilan.

Tidak hanya faktor diatas, masih ada beberapa faktor-faktor pemicu lain yang akan datang tanpa diundang. Jadi ada baiknya bila kita berkenalan terlebih dulu dengan "pengundang" kerutan agar mengerti apa yang harus dilakukan untuk menghindarinya, seperti dilansir Prevention, baru-baru ini.

Pertama, rokok. Para ahli sepakat, ada keterkaitan antara rokok dengan percepatan proses penuaan kulit. Bukan hanya asap rokok, nikotin yang dihisap membuat aliran darah ke kulit berkurang. Ketika aliran darah berkurang, kulitpun kekurangan asupan nutrisi. Inilah penyebab yang kemudian membuat regenerasi kulit tak berjalan sempurna diikuti dengan munculnya kerutan-kerutan di kulit. Cara menghindarinya, jangan menjadi perokok aktif dan pasif.


Kedua, genetik. Biasanya pada orang-orang tertentu, kerutan muncul lebih cepat akibat faktor keturunan. Maka bila riwayat ini ada dalam "pohon keluarga " kita, kemungkinan besar kerutan akan terbentuk sebelum waktunya. Untuk kasus yang satu ini, sangat sulit dicari solusinya, tapi kita bisa menjaga agar kulit tidak kekeringan dengan selalu menggunakan pelembab.

Ketiga, kulit terlalu putih. Siapa bilang kulit putih selalu memberikan manfaat. Faktanya orang berkulit putih cenderung memiliki kerutan lebih banyak di banding dengan mereka berkulit gelap. Kulit yang berwarna lebih gelap akan terlihat awet lebih lama. Sebabnya, melamin orang yang berkulit gelap lebih banyak dan padat, ucap dr. Retno IS Tranggono, cosmeto dermatologist PT. Ristra Indolab, saat memaparkan mengenai Cosmeceutical for Ethnic Skin in the Tropic pada acara kunjungan studi mahasiswa Sudan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Melamin, selain sebagai pigmen kulit juga berfungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Menurut Retno, cara menghindarinya baik pemilik kulit putih atau gelap, tetap memerlukan krim tabir surya untuk menghalau serangan ultraviolet A dan B.

Keempat, paparan sinar. Sinar ultraviolet, khususnya ultraviolet A dapat dengan leluasa menembus kulit hingga kolagen. Saat kolagen rusak, maka kulit kitA kehilangan pelindungnya. Cara menghindarinya, jangan lupa menggunakan krim tabir surya setiap meninggalkan rumah.

liputan6.com
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

adsensecamp