Penggerak Demo Terancam Penjara 1 Tahun

Bentrokan antara polisi dan demonstran di Kuala Lumpur, MalaysiaPolisi Malaysia sempat menahan ratusan orang menyusul bentrokan Sabtu pekan lalu. Sebagian besar telah bebas, namun hingga Minggu malam sekitar 39 orang masih ditahan dan akan diadili Senin, 3 Agustus 2009.

Mereka ditangkap setelah menggelar demonstrasi untuk menuntut pemerintah agar segera mencabut undang-undang keamanan internal (ISA). Pasalnya, ISA sangat meresahkan para warga karena polisi bisa langsung menangkap orang tanpa melalui proses hukum atau pengadilan. Yang bersangkutan bisa ditahan selama mungkin.

Para demonstran juga menyuarakan keprihatinan bahwa perdana menteri baru Najib Razak tidak akan memenuhi janjinya dalam melindungi hak-hak sipil. 

Aksi menentang ISA di Kuala Lumpur itu berakhir ricuh saat polisi membubarkan paksa 20.000 demonstran dengan kanon air dan menangkapi ratusan peserta. Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Muhammad Sabtu Osman, mengungkapkan bahwa sebagian yang akan diadili bakal dituduh melakukan mobilisasi massa secara ilegal. Pelanggar bisa dihukum penjara hingga satu tahun dan harus membayar denda.

Osman juga mengungkapkan bahwa para penyelenggara aksi demo salah satunya adalah mantan perdana menteri yang kini menjadi ketua oposisi di parlemen, Anwar Ibrahim. Dia bakal ditanyai polisi terkait dengan keterlibatannya atas aksi itu.

Pengacara oposisi, Latheefa Koya, mengungkapkan bahwa usai demonstrasi polisi menangkap hampir 600 orang. Sebagian besar telah dilepas, termasuk dua orang yang masing-masing berusia 13 dan 17 tahun.

Namun, 39 orang masih tetap ditahan. Diantara mereka tampak sejumlah politisi senior. Menurut Koya, mereka akan diadili Senin, 3 Agustus 2009.

Menanggapi penangkapan itu, Anwar pun bereaksi sinis. "Jelas terlihat bahwa tidak ada yang berubah di negeri ini," tulis Anwar dalam blog-nya. "Setiap kali ada pertemuan damai, polisi akan dikerahkan oleh para elit untuk membuat mereka tidak bisa mengutarakan ekspresi," lanjut Anwar.  

Aksi akhir pekan lalu merupakan yang terbesar di Malaysia sejak November 2007. Saat itu, puluhan ribu warga etnis India memprotes diskriminasi yang selama ini terjadi pada komunitas mereka.
   
Menurut kalangan aktivis, di masa lalu ISA telah digunakan untuk memenjarakan ratusan orang yang mengritik pemerintah. Selain itu, sedikitnya 17 orang ditangkap dengan menggunakan ISA atas tuduhan terlibat dalam militansi dan pemalsuan dokumen.

Sejak menjadi PM, Najib telah membebaskan 26 tahanan ISA, termasuk lima pemimpin etnis India yang terlibat dalam protes. (AP)
 
• VIVAnews
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

adsensecamp