AS diramalkan Runtuh

SALAH satu prediksi 2010 yang menggemparkan dunia adalah runtuhnya pemerintahan Amerika Serikat. Igor Nikolaevich Panarin, profesor asal Rusia meramalkan bahwa Negeri Paman Sam itu akan terbelah menjadi enam bagian pada Juni atau Juli tahun ini.

Ilmuwan kelahiran 30 Oktober 1958 itu memprediksi akan ada dua negara bagian AS yang mendeklarasikan kemerdekaan dengan membentuk Republik. Yaitu California yang akan membentuk Republik California dan akan menjadi bagian dari China. Langkah California diikuti oleh Texas. Setelah membentuk Republik Texas, wilayah itu diprediksi akan jatuh ke tangan Meksiko.

Dua wilayah Amerika Washington DC dan New York yang dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis AS bakal memisahkan diri dari pemerintahan Amerika. Kedua wilayah itu akan bergabung menjadi bagian dari Amerika Atlantik. Lantas, pemerintahan Amerika Atlantik itu bakal menjadi bagian dari Uni Eropa.

Selanjutnya Kanada akan mengambil bagian dalam kelompok negara utara yang oleh Panarin disebut sebagai Republik Amerika Utara Pusat. Terakhir, Negara Bagian Hawai diramalkan akan menjadi bagian dari protektorat Jepang atau China. Sedangkan Alaska akan dikuasai oleh Rusia.
“Menjadi masuk akal bagi Rusia untuk mengklaim Alaska karena wilayah itu dahulu telah menjadi bagian kekaisaran Rusia dalam waktu yang lama,” papar peraih doktor ilmu politik studi adminsitrasi publik dari Russian Academy pada 1997 itu.

Di mata Panarin, tanda-tanda kejatuhan itu mulai terlihat. “Saat ini kemungkinannya  45-55 persen bahwa kehancuran itu akan muncul. Itu bukanlah skenario terbaik (untuk Rusia). Meskipun Rusia akan memiliki kekuatan di tingkat global, tetapi perekonomian dunia akan menderita karena tingginya (tingkat) ketergantungan (dunia) pada dolar dan perdagangan dengan AS,” tutur pria yang memulai karirnya di KGB pada 1976 itu seperti dilansir Wall Street Journal.

Beberapa faktor kejatuhan AS yaitu  membanjirnya imigrasi massal ke dalam AS. Penduduk membludak, pengangguran pun meningkat. Hal ini dapat menurunkan perekonomian. Panarin juga memasukkan faktor penurunan moral akan menjadi pemicu perang saudara dan keruntuhan dolar.

US News melaporkan beberapa aksi nyata telah terjadi terkait penurunan moral itu. Diantaranya terjadinya penembakan di sekolah-sekolah dan peningkatan jumlah populasi narapidana di penjara AS. Juga, meningkatnya jumlah kaum gay.

Panarin yang juga lulusan divisi psikologi dari akademi militer-politik kepada US News  menyebutkan kejatuhan AS itu ditandai dengan kejatuhan pasar finansal AS dan dunia juga adanya resesi ekonomi berkepanjangan.

Seperti halnya isu kebangkrutan Citigroup yang merupakan salah satu bank pemimpin di AS yang beroperasi di lebih dari 100 negara di dunia. Meski banyak pengamat menampiknya dan mengatakan ambruknya institusi keuangan raksasa itu terlalu besar untuk mengalami kejatuhan. Selain itu masih ada masalah penalangan jutaan dolar Amerika oleh pemerintahan Obama yang diberikan kepada sebuah perusahaan asuransi terkemuka.

Menurut Panarin, seluruh prediksinya itu berdasarkan data analisa yang diperolehnya dari FAPSI  (Federal Agency of Government Communications and Information). Sebuah divisi dari agen mata-mata Rusia yang bertanggung jawab terhadap intelijen dan komunikasi keamanan pemerintahan. Melalui data itu Panarin memprediksi kondisi ekonomi, financial, dan tren demografi yang bisa memancing krisis sosial dan politik di AS.

Ketika krisis semakin menguat negara maju akan menahan dana dari pemerintahan federal. Kemudian satu per satu negara bagian akan melepaskan diri dari AS. “Kerusuhan sosial meningkat termasuk perang saudara. AS akan terpisah berdasarkan etnis dan kekuatan asing akan bergerak masuk,” paparnya.

Panarin mengungkapkan kali pertama teori kejatuhan AS pada 2010 itu dalam sebuah konferensi pada September 1998 di Linz, Austria. Pertemuan yang dihadiri sekitar 400 peserta tersebut membahas segala informasi mengenai peperangan. Tujuannya menggunakan data yang dibagi untuk mengawasi musuh.

Saat itu mayoritas peserta konferensi yang mendengarkan ulasannya berpikiran skeptis. Meski demikian, pada akhir presentasi banyak dari mereka yang meminta peta pecahan AS itu.
“Ketika saya menekan tombol di komputer dan menunjukkan peta AS terpecah, ratusan orang terkejut. Kebanyakan dari mereka tak mempercayaiku,” tegas lulusan Higher Military Command School of Telecommunications KGB. Sekolah itu sekarang merupakan bagian dari akademi pasukan keamanan federal federasi Rusia di Oryol.

Pemikiran Panarin itu juga dipublikasikan di Izvestia, salah satu harian nasional terbesar Rusia. Dalam artikel itu Panarin juga memprediksi China dan Rusia akan menggeser peran AS sebagai pengatur finasial global.

Teori Panarin itu dikritik oleh para ilmuwan, politisi, jurnalis dan komentator baik di negara asalnya Rusia dan juga AS. “Teori itu amat mengungkapkan sikap anti Amerika. Lebih kuat daripada ketika Uni Soviet masih ada,” ungkap Vladimir Pozner, jurnalis TV terkemuka di Rusia kepada Russia Today. 

“Ide gila tak selalu didiskusikan orang serius,” ucap Sergei Rogov selaku direktur institusi kajian AS dan Kanada. Pihak Gedung Putih juga tak terlalu menanggapi teori Panarin itu. Komentar bernada menyindir juga disampaikan salah satu juru bicara Gedung Putih semasa pemerintahan George W. Bush, Dana Perino.

Meski dikecam, Panarin amat berharap temuan teorinya itu mendapat perhatian lebih serius dari ilmuwan dan pemerintahan di seluruh dunia khususnya AS.

Menanggapi sindiran berbagai pihak Panarin mengingatkan sebuah teori dari ilmuan politik Prancis, Emmanuel Todd. Kala itu Todd meramalkan kejatuhan Uni Soviet pada 1976. “Ketika dia meramal kejatuhan Uni Soviet pada 1976, orang-orang menertawakannya,” ujar pakar hubungan AS-Rusia itu.

http://batampos.co.id/Internasional/Internasional/AS_Diramal_Runtuh.html
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

adsensecamp