Cara Cepat Mendapatkan 4000 Jam Tonton YouTube Buat Monetize

Sekarang kan sudah ada kebijakan baru dari YouTube mengenai monetisasi, persyaratan barunya yaitu harus punya 1000 Subscribers dan jumlah minimal 4000 Jam Waktu Tonton video di channel (4k Hours Watch time), bukan sekadar viewers.
4000 Jam Tonton Video YouTube.png

Kami akan berikan sejumlah tips

Kejamnya aturan 1000 Subscriber dan 4000Jam tayang Youtube demi Kualitas yang lebih baik

Rekam Video, upload ke Youtube, dapatkan Rupiah.

semua netizen tahu dan sering membuka Youtube pada perangkat mereka, dan hampir semua orang tahu bahwa setiap orang bisa meng-upload video dan mendapatkan rupiah dari setiap iklan yang tampil pada video.

Dengan peraturan baru dari Youtube kali ini benar-benar memberatkan Vloger/ Penayang video pemula untuk me-Monetize video mereka. yang mana, Tim Monetize Youtube baru akan me-review setiap Channel layak mendapat tayangan iklan atau tidak setelah Channel Youtube tersebut sudah memiliki 1000 Subscriber dan dalam 12 bulan terakhir ditonton mencapai 4000 jam dan mengabaikan jumlah jam pada bulan-bulan sebelumnya.

Untuk Penayang Video/ Vloger Pemula, angka ini adalah angka yang sangat sulit dijangkau. 

Tapi bagi Youtube. ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas konten video yang ada pada portal mereka. karena peraturan ini akan menekan angka penayang video spam atau video-video yang tidak ingin ditonton oleh pelanggan youtube dan juga meminimalisir tayangan iklan pada video-video yang tidak berbobot.

hal ini akan meningkatkan keyakinan advertiser untuk meningkatkan budget mereka untuk ber-iklan pada video Youtube.

GS

HUBUNGAN SUAMI ISTRI MENYEHATKAN ROHANI DAN JASMANI
















PENGETAHUAN BAGI SUAMI ISTRI

1. Berhubungan seks mengurangi sakit kepala. Setiap kali bercinta, ia melepaskan ketegangan di pembuluh darah otak.

2. Bercinta bisa membersihkan hidung tersumbat. Seks adalah antihistamin alami. Ini membantu melawan asma dan alergi musim semi.

Cerita Patung Pancoran Jakarta

Versi awal Patung Pancoran, tangan memegang pesawat. Tapi kemudian direvisi, karena seperti mainan. Akhirnya dibuat natural. Patung Pancoran adalah ide Bung Karno sebagai simbol kebangkitan pertahanan dan industri dirgantara di tanah air. Pematungnya adalah Edhi Sunarso, yang rela berkorban harta agar patung ini selesai, patung Pancoran menyimpan kisah sedihnya sendiri...

Berikut dikutip dalam majalah Angkasa : 

    “Dhi, saya mau membuat Patung Dirgantara untuk memperingati dan menghormati para pahlawan penerbang Indonesia. Kau tahu kalau Bangsa Amerika, Bangsa Soviet, bisa bangga pada industri pesawatnya. Tetapi Indonesia, apa yang bisa kita banggakan? Keberaniannya!!!” 

Demikian percakapan Bung Karno dengan Edhi Sunarso di teras belakang Istana Negara, Jakarta, 1964 yang menyiratkan betapa bangganya Presiden pertama Indonesia itu dengan heroisme para penerbang Indonesia. Ironisnya, tidak semua orang mengenal penggagas dan pembuatnya, apalagi memahami gagasan dan permasalahannya.

Suatu hari penulis memiliki kesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Edhi Sunarso (82), pematung legendaris kepercayaan Presiden Sukarno di kediamannya di Jl. Kaliurang Km 5,5 No. 72 Yogyakarta.

Dalam kesempatan peresmian “Tugu Muda” Semarang tahun 1953 yang dikerjakan oleh Sanggar Pelukis Rakyat pimpinan Hendra Gunawan, Edhi Sunarso bertemu dengan Bung Karno.

Kala itu Bung Karno menghampiri Edhi dan berkata, “Selamat ya, sukses.” Edhi terdiam bingung mendapat ucapan tersebut. Beberapa hari kemudian ia baru tahu kalau dirinya menjadi juara kedua lomba seni patung internasional yang diselengarakan di London dengan judul “Unknown Political Prisoner”.

Usai menyelesaikan pembuatan relief Museum Perjuangan di daerah Bintaran Yogyakarta tahun 1959, Edhi dipanggil Bung Karno untuk menemuinya di Jakarta. Panggilan tersebut sempat membuatnya terkejut. Dalam hati, Edhi bertanya-tanya ada kepentingan apa Bung Karno memanggilnya ke Jakarta. Selain dia, dua seniman lainnya, yaitu Henk Ngatung dan Trubus juga mendapat panggilan serupa.

Ketiga pematung andalan Indonesia ini kemudian melahirkan patung Selamat Datang yang hingga kini bisa kita nikmati di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Dari sekian banyak proyek pembuatan monumen dari Bung Karno, Edhie mengakui kalau pembuatan Patung Dirgantara nyaris mandek. Patung Dirgantara dimaksudkan Bung Karno untuk menghormati jasa para pahlawan penerbang Indonesia yang berhasil melakukan pengeboman terhadap kedudukan Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga menggunakan pesawat-pesawat bekas peninggalan Jepang.

“Kita memang belum bisa membuat pesawat terbang, tetapi kita punya pahlawan kedirgantaraan Indonesia yang gagah berani. Kalau Amerika dan Soviet bisa membanggakan dirinya karena punya industri pesawat, kita juga harus punya kebanggaan. Jiwa patriotisme itulah kebanggaan kita!  Karena itu saya ingin membuat sebuah monumen manusia Indonesia yang tengah terbang dengan gagah berani, untuk menggambarkan keberanian bangsa Indonesia. Kalau dalam tokoh pewayangan seperti Gatotkaca yang tengah menjejakkan bumi,” ujar Edhie Sunarso mengenang perkataan Bung Karno panjang lebar.

Bung Karno meminta Edhie untuk memvisualisasikan sosok lelaki gagah perkasa yang siap terbang ke angkasa. Bahkan Bung Kano kemudian berpose sambil berkata, “Seperti ini lho, Dhi. Seperti Gatotkaca menjejak bentala.”

Setelah model Patung Dirgantara, atau patung Pancoran selesai, Edhie mengusulkan kepada Bung Karno agar patung yang rencananya berbentuk seorang manusia yang memegang pesawat di tangan kanannya diubah.

“Pak, dengan memegang pesawat di tangan kok terlihat seperti mainan,” ujar Edhie. “Bagaimana kalau di tangan kanannya tidak usah ada pesawat. Cukup dengan gerak tubuh manusia saja, didukung gerak selendang yang diterpa angin,” lanjut Edhie. “Yo wis Dhi, nek kowe anggep luwih apik yo ora usah dipasang. Ora usah digawe,” (Ya sudah Dhi, kalau kamu menganggap lebih baik ya tidak usah dipasang. Tidak usah dibuat) jawab Bung Karno.

Pembuatan monumen Patung Dirgantara sempat terhenti karena terjadi peristiwa G30S/PKI. Di sisi lain Edhie juga sudah tidak memunyai bahan-bahan, dan tidak memunyai uang lagi untuk melanjutkan pekerjaan. Ia bahkan menanggung utang kepada pemiliki bahan perunggu dan kepada bank.

Patung Digantara sempat beberapa tahun terbengkalai di Studio Arca Yogyakarta dalam bentuk potongan-potongan yang siap dirangkai. “Patung sudah selesai dicor perungu dan tinggal dibawa untuk dirangkai di Jakarta,” ujarnya.

Februari 1970, di sela-sela pengerjaan diorama untuk Museum ABRI Satria Mandala, Edhie mendapat panggilan panitia pembangunan Monas untuk menghadap Bung Karno di Istana Bogor. Dalam pertemuan tersebut Edhie melihat Suryadarma dan Leo Wattimena, serta pelukis Dullah dan beberapa teman dekatnya. “Saudara Edhie, piye kabare?” kata Bung Karno. “Patung Dirgantara nang endi?”

“Sampun rampung, Pak, (Sudah selesai, pak)” jawab Edhi.

“Kok durung dipasang? tanya Bung Karno.

Bung Karno terenyuh. Tidak berapa lama ia memanggil Gafur dan Dullah yang duduk di belakang Bung Karno.

“Fur, mobilku dolen, sing Buick. Nek wis payu duite serahno Edhi ben cepet (Fur, mobilku jual saja, yang Buick. Kalau sudah laku, uangnya serahkan Edhie supaya cepat) dipasang patungnya,” ujar bung Karno.

Setelah itu Edhie pamit pulang ke Yogyakarta untuk mempersiapkan pengangkutan patung ke Jakarta. Sebelum pulang, seorang staf Bung Karno menyerahkan uang sebesar Rp1.750.000 kepada Edhi untuk biaya transportasi pengangkutan patung ke Jakarta.

Tak sampai meresmikan

Satu minggu pekerjaan berjalan, Bung Karno melihat langsung pengerjaan merangkai patung. Setiap bagian yang diangkat rata-rata seberat 80-100 kg. Pemasangan dimulai dari bagian kaki sampai pinggang dan setiap sambungan dilas.

Ketika sampai pengelasan pada bagian pinggang, Edhie melihat ke bawah dan terlihat banyak orang berkerumun termasuk Bung Karno. Padahal, kondisi kesehatan Bung Karno saat itu sedang tidak baik dan ia sudah tinggal di Wisma Yaso. Edhie pun bergegas untuk turun, namun dilarang oleh Bung Karno.

Minggu pertama April 1970, pemasangan patung sudah sampai di bagian pundak dan tangan kanan sudah terpasang. Sedangkan tangan kiri dalam tahap penyambungan. Dalam kondisi yang kurang sehat, Bung Karno kembali meninjau proses pemasangan. Seperti yang pertama, Edhi segera bergegas untuk turun dari atas, tetapi lagi-lagi dilarang oleh Bung Karno. Bung Karno meminjam megaphone pasukan pengawal agar saya terus bekerja.

Mei 1970, Edhi mendengar kabar kalau Bung Karno akan melakukan inspeksi untuk ketiga kalinya. Akan tetapi hal itu ternyata tidak pernah terlaksana karena sakit Bung Karno semakin serius .

Pagi pukul 10.00 tanggal 21 Juni 1970, Edhi yang kala itu sedang berada di puncak Patung Dirgantara, melihat iring-iringan mobil jenazah melintas di bawah monumen. Ternyata itu adalah iring-iringan mobil jenazah Bung Karno dari Wisma Yaso menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Jenazah Bung Karno akan dibawa ke Blitar.

Badan Edhie lemas. Ia bergegas turun dan bersama rekannya Gardono, bergegas menuju Blitar untuk mengikuti upacara pemakaman Bung Karno.

Semingu setelah pemakaman Bung Karno, Edhie bersama tim pekerja monumen kembali ke Jakarta untuk melakukan pengerjaan akhir sekitar satu bulan. Edhie meninggalkan monumen dalam kondisi yang belum diberi nama, belum diresmikan, dan masih memiliki utang.

Namun ia merasa ikhlas dengan apa yang telah ia kerjakan untuk seorang tokoh sebesar Bung Karno yang sangat ia kagumi. Tokoh yang sangat dekat dengan seniman dan menghargai seni.

“Saya rela demi rasa cintaku kepada bangsa dan negara dan cintaku kepada Bung Karno yang selalu mendorong dan membangkitkan keberanian saya untuk mewujudkan ide-ide dan mengerjakan karaya-karya monumental Bung Karno,” kata Edhi.

(Sumber : angkasa.co.id)

Blogger Indonesia Sukses Terkenal dan Terbaik

Blogger Indonesia Sukses Terkenal dan Terbaik

Jika kita membahas seluruh blogger dari indonesia yang sudah sukses, maka akan butuh waktu lebih dari 1 hari untuk menuliskannya, untuk itulah disini saya hanya akan menyebutkan 7 Blogger Sukses dari Indonesia yang terbaik dan bisa dipastikan namanya telah dikenal seantero blogger Indonesia.

10 Blog AdSense Berpenghasilan Terbesar di Indonesia

AdSense merupakan program periklan dari Google, dilobatkan sebagai salah satu program monetisasi blog berbasis PPC (Pay Per Click) terbaik saat ini. Dikatakan terbaik karena dari segi penghasilan yang didapat, Google AdSense menempati urutan pertama sebagai program PPC dengan bayaran tertinggi dengan kisaran nilai per klik antara $0.05 - $0.5 untuk konten berbahasa Indonesia dan $0.1 - $5 untuk konten dalam bahasa Inggris.

Jadi, jangan heran jika kini banyak blogger, khususnya blogger tanah air yang menggunakan Google AdSense sebagai iklan utama di blog mereka, karena dari segi hasil yang didapat bisa dikatakan jauh lebih memuaskan jika dibanding memasang iklan mandiri.

Berkat Google AdSense inilah banyak blog bisa terus 'hidup' dan sekaligus menjadi penyemangat sebagian blogger untuk menelurkan karya tulisan yang bermanfaat bagi semua orang dan kantong mereka tentunya.

adsensecamp